Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Pasien Narkolepsi Masih Bisa Hidup Nyaman dengan Trik Seperti Ini


Apa jadinya bila seseorang tak dapat beraktivitas dengan baik karena sering ngantukan, bahkan tertidur di tengah berkegiatan? Hidupnya mungkin tak bisa berjalan normal.

Akan tetapi dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT dari RS Medistra memastikan narkolepsi bukanlah kondisi yang mematikan. "Cuma menurunkan kinerja," tandasnya.

Dengan kata lain, penyandang narkolepsi masih bisa hidup seperti orang-orang tanpa narkolepsi lainnya. Lagipula, gejala kantuk yang dialami penyandang narkolepsi masih dapat dialihkan pada kegiatan lain.

"Bisa saja dengan kesibukannya. Maka dari itu para penyandang narkolepsi disarankan untuk tidak bekerja monoton," lanjutnya.

Namun opini berbeda diungkapkan ahli bedah saraf dari Mayapada Hospital, dr Roslan Yusni Al Imam Hasan SpBS. "Ngantuk ngantuk aja dia, dan langsung dalam keadaan tidur dalam (REM/Rapid Eye Movement)," timpalnya dalam perbincangan terpisah dengan detikHealth, dan ditulis Rabu (18/11/2015).

Baca juga: Tak Bisa Sembuh, Pasien Narkolepsi Bergantung pada Obat Pengendali Gejala
Lantas apa yang harus dilakukan penyandang narkolepsi agar bisa hidup nyaman? Pakar kesehatan tidur, dr Andreas Prasadja RPSGT dari RS Mitra Kemayoran meminta agar mereka yang mencurigai dirinya terkena narkolepsi untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

"Jangan anggap sepele kebutuhan tidur. Kalau perlu dicatat juga pola tidurnya, apakah udah sesuai atau belum selama dua minggu," sarannya.

Dari jurnal tersebut nantinya akan ketahuan apakah rerata tidur seseorang sudah mencapai 7-9 jam dalam sehari atau belum. Kemudian bisa dicek sendiri apakah yang bersangkutan masih merasakan kantuk berlebih atau tidak, meskipun jam tidurnya sudah terpenuhi. Jurnal ini pulalah yang bisa menjadi petunjuk dokter ketika pemeriksaan di laboratorium tidur dirasa perlu.

Baca juga: Jangan Diremehkan, Ini Dampaknya Jika Narkolepsi Tidak Tertangani
Bila memang pasien terdiagnosis dengan narkolepsi, dokter akan meresepkan obat-obatan. Sebagian pakar juga akan merekomendasikan untuk perubahan gaya hidup seperti memperbaiki pola tidur, olahraga, dan hanya mengonsumsi makanan sehat.

Akan tetapi dr Roslan atau lebih akrab disapa dr Ryu, mengatakan upaya semacam ini jarang membantu mengurangi gejala narkolepsi. "Mungkin kalau ringan iya, tapi jarang saya temui," tuturnya.

Yang paling penting adalah si pasien diberitahu bahwa dirinya menyandang narkolepsi. Jangan sampai mereka melakukan aktivitas seperti berkendara atau berenang seorang diri, karena ini dapat membahayakan keselamatannya.

"Orang-orang di sekitarnya juga perlu tahu kalau dia ini narkolepsi, jadi jangan dimarah-marahin kalau ngantukan,"

Ganja Gorilla dan Pengaruhnya pada Kesehatan Mental


Salah satu perhatian saya belakangan ini adalah semakin pintarnya para pengedar zat adiktif atau barang terlarang yang bisa membuat mabuk generasi muda.

Pintarnya lagi adalah mereka mulai membuat racikan (cocktail) zat tersebut dari bahan-bahan yang belum dikategorikan sebagai obat terlarang, narkotika atau psikotropika, sehingga masih bisa mengelak dari hukum pidana terkait dengan pengedaran zat narkotika dan psikotropika tanpa wewenang.

Mereka sudah tahu, mengedarkan zat-zat, seperti heroin, kokain, ganja, ekstasi, sabu, dan obat psikotropika tanpa izin, adalah tindakan melanggar hukum. Jadi, mereka mulai mencari alternatif.

Salah satu fenomena yang sedang marak belakangan ini adalah tembakau Gorilla yang dikatakan memiliki efek seperti ganja. Berita tentang hal ini sebenarnya sudah mulai marak sejak awal tahun 2015, tetapi makin lama makin banyak berita tentang hal ini sehingga akhirnya menarik minat Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menyelidiki.

Pemakai dari tembakau Gorilla ini mengatakan adanya efek seperti ganja yang dirasakan seperti rasa senang yang berlebihan, walaupun ada efek samping yang dirasakan, seperti halusinasi dan rasa kaku sekujur tubuh, sehingga dikatakan seperti tertimpa gorila. Tidak heran, banyak pemakainya mengatakan bahwa zat ini berefek mirip ganja.

Dalam penelusuran berita terkait hal ini dikatakan bahwa tembakau Gorilla mengandung zat sintetis mirip ganja (canabinoid), yaitu AB-CHMINACA.

Kepala Humas BNN Kombes Pol Selamet Pribadi, seperti dikutip dari berita metronews.com, Jumat (9/10/2015), mengatakan bahwa zat ini memiliki sifat seperti canabinoid atau halusinogen (zat yang bisa menyebabkan halusinasi). Artinya, zat ini bisa menimbulkan gejala gangguan jiwa, seperti halusinasi.

Bahayanya

Zat yang dapat menyebabkan gejala gangguan jiwa seperti euforia ataupun halusinasi berbahaya bagi otak pemakainya. Euforia atau senang berlebihan dan halusinasi atau gangguan persepsi sehingga orang bisa melihat atau mendengar sesuatu yang tidak ada sumbernya adalah dua gejala gangguan jiwa yang terkait dengan aktivitas zat kimia di otak (neurotransmiter) dopamin.

Dopamin di otak, jika dalam jumlah yang seimbang, sebenarnya berfungsi untuk proses berpikir dan merasakan sesuatu. Jika jumlahnya berlebihan, maka kondisi itu bisa menimbulkan gejala gangguan jiwa, seperti halusinasi dan delusi (biasanya delusi paranoid, misalnya ketakutan atau kecurigaan yang berlebihan bahwa ada seseorang yang akan berbuat jahat terhadap dirinya).

Inilah yang juga terjadi pada pasien gangguan jiwa skizofrenia paranoid. Pasien skizofrenia paranoid biasanya mengalami halusinasi dan delusi karena dopamin di otaknya berlebih.

Maka dari itu, tidak bisa dipungkiri bila pemakaian zat yang bisa memicu peningkatan aktivitas dopamin di otak, seperti ganja atau tembakau Gorilla, bisa memicu terjadinya gangguan jiwa, apalagi pada individu dengan sistem otak yang memang sudah rentan dan mempunyai bawaan genetik gangguan jiwa skizofrenia paranoid.

Hal inilah yang mungkin perlu diketahui oleh para anak muda pengguna zat-zat adiktif dan berbahaya yang sering kali menimbulkan gejala gangguan jiwa.

Banyak yang masih berpendapat bahwa kalau pakai sekali-kali tidak masalah. Hal ini sangat tidak tepat. Saya dalam praktik pernah menemukan pasien yang mengalami halusinasi dan delusi menetap setelah mencoba mengisap ganja sekali saja. Pasien sampai menyesal tak terkira, tetapi apa daya nasi telah menjadi bubur.

Keinginan coba-coba yang kuat sering kali membuat penilaian anak muda menjadi salah terkait obat-obatan terlarang. Mereka sangat ingin mencoba dan merasakan efeknya karena pengaruh teman-teman.

Beberapa anak muda yang memang dasarnya suka mabuk dan ingin selalu high memang memanfaatkan pengetahuan tentang obat secara salah. Banyak dari mereka yang coba-coba berbagai macam zat agar mendapat efek "gitting" alias getting high dengan cara mencampur obat.

Tugas BNN akan menjadi lebih berat ke depannya untuk mendeteksi setiap upaya dari orang-orang tertentu yang memang berniat tidak baik untuk membuat generasi muda jadi generasi yang bodoh dan maunya senang dengan cara instan.

Selain dengan pendidikan berkaitan dengan narkotika dan psikotropika, BNN juga perlu mempunyai upaya mendeteksi zat-zat yang berbahaya di pasaran yang belum termasuk dalam UU Narkotika dan Psikotropika.

Upaya laporan dari masyarakat perlu ditindaklanjuti untuk membuat kerja proaktif dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan zat yang bisa merusak generasi muda Indonesia.

BNN tidak boleh kalah pintar dengan para peramu obat yang berusaha terus-menerus mencari celah dalam mendapatkan zat yang efeknya sama dengan obat-obatan terlarang. Semoga kita semua bisa saling berkontribusi.

Akibat Mendengkur Lebih Buruk Bagi Wanita


Mendengkur sepanjang malam memang sangat mengganggu bagi pasangan, tetapi dibaliknya ada bahaya nyata yang mengintai, di antaranya hipertensi, penyakit jantung koroner, gagal jantung hingga penyakit-penyakit pembuluh darah dan jantung lainnya.

Para ahli dari Divisi Kardiologi, Brigham and Women's Hospital di Boston menemukan bahwa ngorok lebih berbahaya bagi jantung wanita dibanding jika diderita pria.

Ngorok sepanjang malam dan kantuk berlebihan di siang hari (hipersomnia) merupakan tanda utama dari sleep apnea atau henti nafas saat tidur. Henti nafas tidur terjadi sebagai akibat saluran nafas atas yang melemas dan menyempit saat seseorang terlelap.

Udara yang lewat akan menggetarkan area lunak di saluran nafas yang sempit. Tetapi yang berbahaya adalah ketika saluran tersebut kolaps dan tersumbat. Akibatnya, walau gerakan nafas berusaha menarik udara, tak terjadi pertukaran udara. Inilah henti nafas tidur atau obstructive sleep apnea.

Karena napas sesak, otak akan membangunkan tubuh sejenak untuk mengambil nafas. Tanpa sadar, pendengkur akan terbangun berulang kali. Ia tak terjaga.

Akibatnya penderita sleep apnea akan merasa tak segar saat bangun dan terus mengantuk sepanjang hari. Ini disebut sebagai hipersomnia.

Berbagai penelitian sebelumnya sudah menyebutkan bagaimana ngorok sangat mengganggu kesehatan jantung dan pembuluh darah. Sleep apnea, menyebabkan hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, depresi hingga disfungsi seksual.

Sayangnya, kebanyakan penelitian dilakukan pada pasien pria. Karena memang penderita sleep apnea terbanyak adalah kaum adam. Tetapi penderita wanita juga ternyata banyak jumlahnya.

Penelitian

Penelitian terbaru yang diterbitkan pada jurnal Circulation, mencoba melihat efek sleep apnea pada jantung pria dan wanita. Para peneliti tersebut mengikuti 737 pria dan 879 wanita dengan usia rata-rata 63 tahun yang telah diperiksakan tidurnya menggunakan polisomnografi (laboratorium tidur). Di awal penelitian, kesemuanya tidak menderita penyakit jantung apa pun.

Lalu kadar troponin T diperiksakan. Troponin T adalah protein yang dilepaskan ke aliran darah ketika jantung terganggu. Jika ditemukan pada orang sehat, maka bisa diindikasikan bahwa orang tersebut memiliki peningkatan risiko menderita penyakit jantung di kemudian hari.

Tim peneliti tersebut mengikuti data para pasien selama 14 tahun. Semua kejadian gagal jantung, penyakit jantung koroner maupun kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah dicatat.

Hasilnya, ternyata sleep apnea secara independen berhubungan langsung dengan peningkatan kadar troponin T, gagal jantung dan kematian pada wanita. Pada wanita ditemukan juga bahwa sleep apnea akibatkan pembengkakkan jantung.

Para peneliti menyimpulkan bahwa ngorok dan sleep apnea memberikan efek buruk pada kesehatan jantung. Hanya saja pada wanita akibatnya bisa lebih buruk dibandingkan pria.

Sementara dari berbagai penelitian lain, didapati bahwa perawatan dengkur sedini mungkin akan menurunkan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Sayangi jantung, atasi mendengkur.

Waspada Diabetes... Cukup 5 Detik Anda Bisa Lakukan Uji Gula Darah!


Untuk mendeteksi suatu penyakit, tak cukup mengacu pada gejala yang muncul saja. Sebagai contoh penyakit diabetes, misalnya. Salah satu cara mendeteksinya adalah dengan melakukan uji kadar gula darah secara teratur.
diabetes merupakan penyakit kronis dan bersifat seumur hidup. Saat ini, tidak ada obat yang benar-benar menyembuhkan penyakit tersebut. Sebagai langkah antisipasi, dalam hal ini, memantau kondisi gula darah menjadi penting dilakukan.

Pada umumnya, tes ini baik dilakukan setidaknya tiap tiga tahun sekali. Namun, bila Anda mengalami gejala-gejala umum seperti cepat lapar, sering merasa haus, dan sering buang air kecil, sebaiknya konsultasikan pada dokter untuk segera menjalani tes untuk memastikan diabetes.
Biasanya Anda akan disarankan berpuasa selama 8 jam sebelum melakukan tes. Sebagai gambaran, seseorang dikatakan pra-diabetes bila kadar gula darah berkisar ada dalam rentang 100 mg/dl hingga 125 mg/dl. Namun, bila hasil tes melebihi 126 mg/dl, kemungkinan seseorang positif menderita diabetes.
Alternatif Uji Kadar Gula Darah
Selain memeriksa di rumah sakit atau laboratorium, cara deteksi diabetes sudah mulai berinovasi. Sebagai alternatif, saat ini Anda sudah bisa memeriksakan sendiri riwayat kadar gula darah Anda, misalnya menggunakan alat uji mandiri milik One Touch Ultra 2.
Alat ini dapat memberikan informasi akurat kadar gula darah Anda. Bentuknya yang praktis sehingga bisa disimpan ke saku kecil atau dibawa saat Anda beraktivitas.
Cek gula darah mandiri baik dilakukan bagi Anda yang belum maupun sudah memiliki diabetes. Hasil pengecekan yang tersaji di layar dalam kurun waktu 5 detik saja bisa membantu memantau kadar gula darah sewaktu-waktu.
Bagi penderita diabetes, uji gula darah mandiri menunjukkan kepada Anda dan dokter Anda perkembangan hasil dari perawatan insulin yang telah dijalani dari hari ke hari. Selain itu, cek gula darah mandiri membantu memberikan informasi pengaruh jenis dan porsi makanan yang dikonsumsi terhadap kadar gula darah.
Sederhananya, pengujian mandiri hanya membutuhkan sedikit sampel darah yang diletakkan pada blood strip. Saat pengujian, masukkan blood strip kemudian taruh jarum penusuk (Ultrasoft Lancet) ke perangkat. Setelah itu, gunakan Blood Sampler untuk mengambil darah dari jari Anda.
Lewat teknologi FastDraw, Anda hanya perlu menunggu proses pengukuran kadar gula darah selama 5 detik saja. Pastikan Anda membersihkan ujung jari yang akan ditusuk dengan kapas beralkohol agar tidak infeksi dan tetap steril.
Hasil uji kadar gula darah secara teratur bisa membantu Anda bisa lebih waspada terhadap risiko diabetes. Selanjutnya, sambil mengontrol gula darah, mulailah gaya hidup sehat dengan berolahraga, merawat diri dan mengatur pola makan.

Main Game Terlalu Lama, Hati-hati "Cybersickness"


Sekalipun sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan smartphone yang berlebih memberikan efek negatif seperti menjadi lupa dengan keadaan sekitar.
Bahkan baru-baru ini, para ilmuwan menemukan kondisi bernama cybersickness yang disebabkan oleh penggunaan smartphone atau gadget yang berlebihan.

Cybersickness memengaruhi sekitas 80 persen populasi pengguna smartphone, dan menimbulkan efek seperti perasaan pusing, mual, dan juga mengganggu keseimbangan seseorang saat ataupun setelah menggunakan gawai.

Keadaan ini mirip seperti mabuk atau motion sickness, bedanya, motion sickness disebabkan karena tubuh merasakan pergerakan di otot dan telinga bagian dalam tapi tidak melihatnya, sementara cybersickness terjadi saat kita melihat pergerakan di layar tetapi tidak merasakannya. Misalnya saat bermain game balapan atau game yang pergantian gambarnya cepat, atau saat menggulung layar dengan cepat.

Faktor lain yang memicu cybersickness adalah seberapa realistis gambar yang ditampilkan. Menurut Thomas Stoffregen, profesor di University of Minnesota, semakin realistis tampilanya, semakin mudah juga seseorang terkena cybersickness.

Beberapa studi yang mempelajari mengenai cybersickness menemukan bahwa wanita lebih mudah terkena cybersickness dibandingkan laki-laki. Orang-orang dengan kepribadian Tipe A atau orang-orang yang percaya diri dan tegas juga lebih rentan terkena cybersickness, begitupun dengan gamer yang menghabiskan waktunya bermain game di gawai.

Diperlukan Aturan Gratifikasi Kedokteran


Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) mengaku prihatin dengan pemberitaan mengenai oknum dokter yang menerima suap dari perusahaan farmasi. Menurut Ketua KKI, Bambang Supriyatno, peraturan gratifikasi kedokteran dibutuhkan.
"KKI mendorong diterbitkannya peraturan tentang gratifikasi dokter oleh pihak berwenang sehingga dokter dan masyarakat dapat memahami dan saling memahami,” kata Bambang dalam jumpa pers, Jumat (21/11/2015).
Menurut Bambang, perlu diperjelas mana yang merupakan gratifikasi dalam dunia kedokteran dan mana yang tidak. Misalnya, para dokter terkadang didanai oleh perusahaan farmasi untuk penambahan ilmu. Dalam hal yang wajar atau berkaitan dengan penambahan ilmu, para dokter menilai pendanaan tersebut bukan gratifikasi.
“Kedepannya harus ada kesepakatan apa definisi gratifikasi. Karena bisa saja institusi KPK menganggap itu gratifikasi, ada juga yang menganggap itu bukan gratifikasi. Jadi harus ada kesepakatan,” kata Bambang.
Selain itu, menurut Bambang barangkali perlu dipertegas aturan antara dokter dan perusahaan farmasi. Ia mengatakan, upaya pencegahan sudah dilakukan sejak awal para dokter masih menjadi mahasiswa, bahwa dokter harus independen dalam menentukan obat yang tepat untuk pasien.

Jika melanggar, ada sanksi etik dan disiplin dari Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) maupun Majelis Komite Etik Kedokteran (MKEK). Bisa pula ditindak secara hukum jika ada pelanggaran hukum.
Sanksi yang diberikan bisa pencabutan izin praktek sementara maupun tetap. Bambang menegaskan, KKI tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin profesi.
Perlu diketahui, dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 14 Tahun 2014, sebenarnya telah mengatur mengenai gratifikasi. Dokter bisa dikatakan menerima gratifikasi jika menerima sesuatu hal yang tidak wajar. Penerimaan itu berkaitan dengan jabatannya untuk melakukan sesuatu.

Akui Rasa Kesepian Baik untuk Kesehatan


Kesepian telah dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan , di antaranya depresi, obesitas, dan kematian dini. Pasalnya, kesepian dapat memperburuk gejala stres yang akhirnya berdampak negatif pada kesehatan fisik Anda.


Menjaga kebersamaan dengan keluarga dan teman-teman, bergabung dengan klub atau komunitas, serta meluangkan waktu untuk bersosialisasi, tentu dapat membuat Anda tak merasa sendiri. Namun menurut pelitian terbaru, ada cara lain yang lebih efektif untuk memerangi rasa sepi.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Health Psychology menyimpulkan, mengatasi kesepian bisa dilakukan tanpa kehadiran orang lain, yang artinya Anda sendiri pun bisa mengatasinya. Dalam studi tersebut, peneliti menganalisa  537 mahasiswa, rata-rata ialah perempuan usia 22 tahun.

Para peserta diminta untuk mengisi survei tentang rasa kesepian mereka, suasana hati mereka, gejala fisik yang tidak menyenangkan, serta asupan alkohol.

Para peneliti lalu membagi kuesioner yang berisi tentang: Kesadaran (yang berisi sejauh apa kejujuran seseorang tentang tingkat kesepian yang merka hadapi), Perilaku (tingkat di mana orang bertindak sesuai dengan keyakinan mereka), Orientasi (bagaimana mereka terbuka dan jujur pada orang lain), serta Pengelolaan Bujukan (seberapa baik seseorang dapat menjadi diri sendiri tanpa terpengaruh oleh pendapat orang lain).

Hasilnya, mahasiswa perempuan yang jujur pada diri sendiri tentang rasa kesepian yang mereka rasakan akan sangat mungkin terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya yang disebabkan oleh rasa kesepian tadi.

Sebaliknya, mereka yang tak jujur kalau dirinya kesepian seperti “memaksakan” diri untuk melakukan sesuatu yang tak disukai, menjadi periang—padahal ia seorang pendiam—demi disukai bayak orang, atau mengunjungi tempat-tempat yang sedang hits hanya karena ingin dianggap punya pergaulan luas, malah menigkatkan perasaan depresi.

“Akhirnya, orang-orang yang jujur tentang masalah yang sedang dihadapi dan tetap menjadi diri sendiri lebih mungkin untuk terhindar dari hal-hal yang sebenarnya tidak membuat mereka bahagia serta terhindar dari hal-hal kontraproduktif seperti minum alkohol. Bahkan ketika mereka kesepian, mereka akan tahu siapa saja orang yang tepat untuk membantu mereka mengkahiri  kesepian. Sehingga kesepian lebih mudah teratasi,” kata salah satu penulis studi.

Tanaman Torbangun Bisa Lancarkan ASI, Kini Diolah Pula Jadi Tepung


Tumbuhan Coleus amboinicus atau yang oleh orang-orang suku Batak biasa disebut torbangun adalah tanaman pangan yang sering dipakai untuk memperlancar Air Susu Ibu (ASI). Tanaman ini biasanya disajikan dalam bentuk sayur atau sup.

Berkaitan dengan hal tersebut Dr Tetty Herta Doloksaribu, STP, MKM, dari Poltekkes Kementerian Kesehatan Medan melihat sebetulnya masih banyak potensi dari torbangun yang dapat digali. Bila tanaman bisa diolah sedemikian rupa sehingga nilai tambahnya meningkat maka bukan tak mungkin seluruh ibu di Indonesia mendapatkan manfaatnya.

"Kita meneliti bagaimana mengembangkan makanan tambahan dari ini. Akhirnya kami buat tepung karena dari tepung bisa diolah berbagai macam produk," ujar Tetty ketika memaparkan studinya dalam acara Parade Doktor di Kementerian Kesehatan, Selasa (24/11/2015).

Baca juga: Nyeri Saat Menyusui Anak? Bisa Jadi Karena Depresi Pasca Melahirkan

"Kami coba buat cereal siap saji dan hasilnya 95 persen panelis kita bisa menerima. Jadi bukan hanya di suku Batak saja karena panelis kami dari Jawa Barat," lanjut Tetty.

Studi sebelumnya telah membuktikan bahwa torbangun bisa meningkatkan produksi ASI dan membantu kesuksesan progam ASI eksklusif. Ketika diolah menjadi tepung, manfaat tersebut diyakinkan Tetty juga masih tetap ada dan telah ia buktikan.

Dalam studi, ibu hamil yang diberi produk makanan tambahan dari torbangun selama 30 hari menunjukkan skor yang lebih baik dalam program ASI eksklusif. Dilaporkan bahwa ibu dengan asupan torbangun pada minggu pertama rata-rata menyusui lebih lama 47,1 menit.

Dari hasil yang baik tersebut, Tetty mengatakan langkah selanjutnya adalah bagaimana mengembangkan hal ini ke arah praktik industri. Menurutnya torbangun adalah kekayaan alam yang sayang bila tak diolah dengan baik.

"Ini adalah penelitian pelestarian budaya lokal. Terhadap perekonomian ini juga membawa nilai tambah," pungkasnya.

Baca juga: Ingin Perbanyak ASI dengan Obat-obatan? Perhatikan Dulu Pesan Dokter

Viagra Diklaim Bisa Cegah Risiko Diabetes


Viagra lebih dikenal sebagai obat kuat yang digunakaan oleh pria untuk meningkat kemampuan seksual dan performa di atas ranjang. Namun, sebuah studi menunjukan bahwa viagra juga diyakini dapat mencegah risiko seseorang terkena diabetes. Benarkah begitu?

Sebuah penelitian di National Institute of Health, Amerika Serikat, mengatakan bahwa sildenatif atau Viagra dapat meningkatkan sensitivitas insulin pada seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau orang yang berisiko terkena diabetes. Maka dari itu dapat mengurangi risiko terserang penyakit diabetes

Penelitian ini melibatkan orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dengan kondisi pre-diabetes. Mereka diberi sildenatif atau plasebo (obat kosong) selama tiga bulan. Hasilnya, mereka yang diobati dengan sildenatif secara signifikan lebih sensitif terhadap efek insulin, sehingga menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Penelitian yang didanai oleh US National Institute of Health ini juga menunjukan bahwa 30 persen dari pasien pra-diabetes yang tidak menerima pengobatan akan terus berkembang menjadi diabetes tipe 2 dalam kurun waktu 5 tahun. Saat ini, penyakit diabetes telah diidap oleh lebih dari 30 juta orang di Inggris.

"Kita perlu strategi tambahan untuk membantu memperlambat perkembangan dari pra-diabetes untuk diabetes," kata ilmuwan yang memimpin penelitian ini, Dr Nancy Brown, dari Vanderbilt University School of Medicine, Amerika Serikat.

Baca Juga: Tenggak 35 Butir Viagra, Pria Ini Ereksi Tanpa Henti Sampai 5 Hari

Sayangnya, metode pengobatan ini masih harus lebih diuji secara mendalam untuk menentukan apakah pengobatan ini dapat digunakan pada  jangka panjang.

"Terapi obat dengan menggunakan sildenatif juga memiliki efek negatif pada jantung atau hanya dapat mengkonsumsi secara terbatas bagi mereka yang mengalami sakit ginjal," tutup Dr Brown, dikutip dari Indian Daily,

Ebola Kembali Serang Liberia, 153 Orang Dikarantina


Liberia diserang Ebola lagi setelah lebih dari dua bulan dinyatakan bebas Ebola. Proses karantina kepada terduga pasien pun dilakukan.

Tiga kasus baru muncul pada hari Jumat (20/11) lalu. Pasien pertama adalah seorang bocah berusia 15 tahun bernama Nathan Gbotoe dari distrik Paynessville di kota Monrovia. Dua anggota keluarganya lainnya positif terinfeksi dan kini dirawat di rumah sakit.

Baca juga: WHO Nyatakan Sierra Leone Sudah Bebas dari Ebola

153 Orang yang melakukan kontak dengan bocah tersebut akhirnya dikarantina. Karantina dilakukan untuk mencegah penularan virus ke daerah lain sekaligus mengukur seberapa besar risiko tertular virus Ebola.

"Kami mengonfirmasi ada tiga kasus baru dan melakukan karantina pada 153 orang. Mereka yang dikarantina mendapat label sesuai potensi risiko penularan yakni tinggi, sedang dan rendah," tutur Dr Francis Kateh, Kepala Dinas Kesehatan Liberia, dikutip dari Reuters, Selasa (24/11/2015).

Belum diketahui bagaimana Gbotoe terinfeksi virus berbahaya ini. Virus Ebola diketahui dapat menular melalui hubungan seksual, namun tidak diketahui apakah Gbotoe aktif secara seksual atau tidak.

Dr Kateh mengatakan investigasi masih dilakukan. Di sisi lain, dinas kesehatan masih harus membagikan air dan makanan kepada tetangga pasien yang berisiko tertular infeksi. Meskipun sebagian warga resah, namun karantina dilakukan secara damai tanpa bantuan petugas kepolisian atau tentara.

Liberia sendiri sudah dua kali dinyatakan bebas Ebola oleh WHO namun kasus baru tetap bermunculan. Di sisi lain, Sierra Leone dan Guinea, negara tetangga yang juga sempat terdampak Ebola, sudah dinyatakan bebas Ebola dan tak mengalami kasus baru.

Baca juga:  Iklim Berubah, Berat Lahir Bayi di Afrika Ikut Drop

Satu Lagi Alasan untuk Menjauhi Makanan Berlemak




Saran untuk menghindari lemak jenuh sudah banyak disampaikan karena terbukti bisa membahayakan kesehatan. Kini sebuah penelitian menemukan bahaya lain dari lemak jenuh.

"Diet tinggi lemak adalah epidemi di seluruh dunia dan menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan global," kata Vladimir Bogdanov dari University of Cincinnati College of Medicine, Amerika Serikat, dikutip dari The Indian Express, Selasa (24/11/2015).

 
Baca Juga: Agar Metabolisme Tak Terganggu, Turun Bobot Maksimal 2 Kg perbulan

Dalam penelitiannya, Bogdanov dan timnya melakukan percobaan terhadap sekelompok hewan dan menjalankan program diet tinggi lemak selama 12 pekan. Hasilnya, terdapat peningkatan jumlah protein yang merangsang sel-sel darah putih untuk mengikat pada sel darah merah.

Sel-sel darah putih ini dikenal juga  sebagai makrofag, jenis sel darah putih yang 'memakan' puing-puing selular, zat asing, mikroba, atau sel-sel kanker. Selain itu juga, makrofag juga memiliki peran penting dalam penyumbatan pada arteri atau aterosklerosis.

"Pada sel darah merah dari hewan yang melakukan diet tinggi lemak, terjadi peningkatan kolestrol yang ditemukan pada tingkat membran sel dan phosphatidylseerine. Phosphatidylserine adalah komponen membran yang memainkan peran kunci dalam siklus sel," jelas Bogdanov.

Baca Juga: Studi Buktikan Diet Rendah Lemak Tak Efektif Menurunkan Berat Badan

Diet tinggi lemak banyak ditemukan di negara-negara maju. Diet ini dalam jangka lama bisa berbahaya dan dapat menyebabkan obesitas dan diabetes.

Salah Cara Memasak, Minyak Nabati Bisa Berbahaya untuk Kesehatan


Minyak jagung, minyak bunga matahari, atau minyak zaitun dipercaya memiliki kandungan lemak yang lebih sehat ketimbang mentega atau minyak jenis lainnya.


Sayangnya, saat minyak nabati tersebut digunakan dalam suhu 180 celcius atau lebih, akan sangat mungkin menghasilkan tingkat aldehida beracun yang membahayakan kesehatan.

Dipimpin oleh Martin Grootveld, seorang profesor kimia bioanalitikal dan patologi kimia di De Monfort University di Inggris, para peneliti melakukan percobaan pada minyak jagung dan minyak bunga matahari untuk menggoreng kentang dan ikan.

Didapati, menggoreng dengan minyak jangung, minyak kelapa, minyak zaitun, minyak bunga matahari dapat melepaskan 200 kali bahan kimia beracun yang dikenal sebagai aldehida yang telah dikaitkan dengan kanker, penyakit jantung, dan dementia.

Penelitian ini cukup mengejutkan, karena fakta bahwa mentega dan minyak jenis lain mengandung lebh banyak lemak jenuh ternyata jauh lebih aman untuk meggoreng, ketimbang minyak nabati yang mengandung lemak tak jenuh ganda.

Padahal, para pejabat kesehatan pun telah mendorong masyarakat untuk menghindari mentega dan menggantinya dengan minyak nabati untuk mengurangi asupan lemak mereka.

"Selama beberapa dekade, pihak berwenang telah memperingatkan kita bagaimana efek buruk dari mentega," kata Grootveld kepada The Telegraph.

"Tapi kami telah menemukan bahwa mentega sangat baik untuk menggoreng dalam suhu panas. Memang tidak ada yang salah dengan pernyataan kalau minyak nabati dinyatakan lebih sehat, tetapi ketika Anda menggunakannya untuk menggoreng dalam waktu lama, atau memanggangnya dalam wajan atau oven, mereka akan menghasilkan reaksi kimia yang memproduksi sejumlah besar senyawa beracun. "

Minyak nabati akan baik-baik saja selama Anda tidak memasaknya dalam suhu yang terlalu panas, seperti menggoreng," kata Grootveld dalam siaran pers.

"Itu fakta kimia sederhana bahwa sesuatu yang dianggap sehat bagi kita bisa berubah menjadi sesuatu yang sangat tidak sehat pada suhu tertentu."

5 Bahan di Rumah yang Bisa Redakan Gatal Gigitan Nyamuk


Bisa jadi Anda bahkan tidak melihat ketika nyamuk menggigit Anda. Tapi, serangga kecil ini akan meninggalkan jejak berupa bentol dan rasa gatal yang mengganggu selama beberapa waktu.
Kebanyakan gigitan nyamuk tidak berbahaya. Nyamuk yang menggigit hanya nyamuk betina. Mereka tertarik bau badan, asam laktat di dalam keringat, serta panas dan cahaya. Dibutuhkan enam detik bagi nyamuk untuk megisap darah Anda.
Namun, tahukah Anda bahwa bahan-bahan yang tersedia di rumah, bisa dimanfaatkan untuk mengurangi rasa gatal?

1. Oatmeal
Oatmeal dapat mengurangi rasa gatal dan bengkak, karena mengandung senyawa khusus yang bersifat anti-iritasi.
Campur oatmeal dengan air dengan perbandingan yang sama. Tuang beberapa sendok oatmeal ke kain bersih, lalu tempelkan sambil diusap ke kulit  yang teriritasi selama 10 menit. Kemudian, bilas dengan air bersih.
Jika Anda memiliki banyak bekas gigitan, cobalah mandi dengan oatmeal sebagai gantinya. Taburkan satu cangkir oatmeal ke dalam bak mandi atau bath tub penuh air hangat. Berendamlah di dalamnya selama 20 menit, sambil menggosok oatmeal ke seluruh tubuh Anda.

2. Es batu
Suhu dingin dapat mengurangi peradangan dan membuat kulit mati rasa untuk sementara. Ini adalah solusi langsung jangka pendek untuk meredakan gatal.
Mayo Clinic merekomendasikan Anda untuk menggunakan kompres dingin atau kantung diisi dengan es batu yang dihancurkan untuk meringankan rasa gatal yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.
Lakukan sebentar saja, karena jika  terlalu lama dapat merusak kulit, atau  tempatkan penghalang antara kulit dan es, seperti kain.

3. Madu
Madu memiliki sifat anti-bakteri dan anti-inflamasi. Zat manis ini adalah pilihan umum di kalangan penggemar obat tradisional. Madu telah ratusan tahun memiliki reputasi sebagai obat penghilang gatal.
Oleskan setetes madu ke bagian kulit yang digigit untuk meredakan gatal. Begitu rasa gatal berkurang, bersihkan kulit dengan air atau lap basah.

4. Lidah buaya
Lidah buaya memiliki banyak kegunaan selain sebagai tanaman hias. Selama ini, kita mengenal gel lidah buaya sebagai ramuan penyubur rambut, meringankan gejala  psoriasis, herpes, dan sebagai pelembab kulit serta sebagai minuman tradisional untuk membantu mengatasi sembelit.
Gel lidah buaya juga telah terbukti memiliki sifat anti-inflamasi untuk membantu menyembuhkan luka ringan atau infeksi, sehingga cocok digunakan untuk menyembuhkan bekas gigitan nyamuk.
Oleskan gel lidah buaya ke bagian kulit yang teriritasi dan bersihkan kulit setelah rasa panas dan gatal hilang.

5. Baking soda
Ditemukan di hampir setiap dapur. Baking soda hampir bisa digunakan untuk apa saja - dari membuat roti hingga membersihkan saluran air.  Baking soda atau dikenal sebagai natrium bikarbonat, juga merupakan obat gigitan nyamuk.
Campur baking soda dengan air hingga membentuk pasta. Oleskan ke bagian kulit yang bentol atau gatal, diamkan selama 10 menit lalu bersihkan kulit dengan air atau lap basah.

Tentu saja, cara terbaik untuk menyingkirkan iritasi akibat  gigitan nyamuk adalah dengan tidak  digigit sama sekali. Perlu diingat, bahwa serangga ini lebih aktif di sore dan malam hari.
Ada kemungkinan gigitan nyamuk bisa membawa penyakit, meskipun kemungkinan terinfeksi oleh nyamuk tergantung pada tempat Anda tinggal. Tapi, jika Anda mengalami gatal-gatal, kesulitan bernapas, atau tenggorokan bengkak, hubungi dokter segera.
Lakukan tindakan pencegahan dengan tidak membiarkan ada genangan air di sekitar rumah Anda dan semprotkan obat antinyamuk yang aman untuk kesehatan ke seluruh ruangan di rumah Anda pada sore hari. Setelah itu, tutup pintu dan jendela.
Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender dan sereh juga bisa membantu mengurangi jumlah nyamuk berkeliaran di rumah Anda.

Berbagai Manfaat Susu Bagi Ibu Hamil


Memasuki usia kehamilan trimester 2, diharapkan Ibu dapat lebih memerhatikan asupan kalsium, karena kalsium dibutuhkan untuk pembentukan gigi dan tulang janin. Selain itu, kalsium juga memiliki peranan penting untuk melancarkan rangsangan pada saraf dan otot janin.

Nah, jika kekurangan kalsium secara otomatis proses pembentukan gigi dan tulang janin akan terhambat. Rangsangan pada saraf dan otot janin juga menjadi tak lancar.

Sedangkan untuk Ibu sendiri, biasanya akan menyebabkan Ibu kesemutan, kejang dan bahkan berisiko mengalami osteoporosis, karena janin mengambil kalsium dari cadangan tubuh Ibu.

Tetapi, selain kalsium, susu juga mengandung zat-zat gizi lainnya yang dibutuhkan selama masa kehamilan, seperti asam folat dan DHA yang berperan penting dalam pembentukan saraf dan otak janin. Ada pula zat besi agar Ibu hamil tak mengalami anemia ataupun melahirkan bayi lebih dini, alias pematur dan berat bayi lahir rendah.

Susu juga mengandung magnesium yang berperan terhadap aktivitas beberapa enzim pada tubuh, serta sangat berpengaruh terhadap metabolisme protein dan karbohidrat.

Bukan cuma itu, risiko perdarahan pun bisa dicegah dengan asupan asam folat, kalsium, vitamin A dan B kompleks yang terkandung dalam susu. Belum lagi kandungan proteinnya yang berperan untuk pembentukan plasenta, meningkatkan daya tahan tubuh mamil agar tidak terserang penyakit, dan sebagainya.

Masih ada lagi manfaat susu. Ternyata, Ibu hamil yang rajin minum susu, kelak anaknya tumbuh tinggi. Begitulah temuan dari tim riset Denmark, Amerika Serikat, dan Islandia.

Anak yang lahir dari Ibu yang rutin minum susu sebanyak 150 mililiter setiap hari, cenderung lebih tinggi saat dewasa. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition.

Selain tumbuh tinggi, si anak di usia remajanya memiliki kadar insulin dalam darah lebih tinggi, sehingga berisiko lebih rendah terkena diabetes.

Dari Inggris, peneliti menemukan, Ibu hamil yang minum susu memiliki bayi dengan tingkat kecerdasan lebih tinggi. Ini karena susu kaya akan yodium. Demikian seperti dikutip Daily Mail.

Konsumsi yodium berpengaruh pula pada kemampuan membaca. Alasannya, kandungan yodium pada susu sangat penting untuk memroduksi hormon dalam kelenjar tiroid. Hormon itu memiliki efek langsung terhadap perkembangan otak janin.

Cuci Seprei Seminggu Sekali Penting untuk Kesehatan


Mencuci seprai selain untuk menjaga kebersihan juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Profesor Marilyn Roberts dari University of Washington menyatakan kepada Yahoo, bahwa kita harus mencuci seprai seminggu sekali.

“Itu pun jika memang tidak ada sekresi tubuh atau faktor risiko potensial lainnya,” ujar Roberts. Jika sudah ditemukan noda kotor di seprai, entah apa pun itu, disarankan untuk segera mencucinya. Karena, ada beragam bahaya mengintai di balik kotoran-kotoran tersebut.

Misalnya saja jika kita berkeringat saat tidur, maka bukan tak mungkin kita telah mengubah seprai menjadi lebih hangat dan lembab, sebuah lingkungan ideal untuk tumbuhnya bakteri. Yahoo melaporkan, beberapa infeksi kulit dapat melompat dari orang ke seprai, kemudian kembali ke orang.

Good Housekeeping juga menyarankan untuk mencuci seprai seminggu sekali, maksimal dua minggu sekali, karena semua kuman, keringat, dan minyak tubuh yang menumpuk.

Roberts mengatakan orang yang mengalami obesitas, perenang, atau orang tua- serta orang lain yang lebih rentan terhadap infeksi kulit harus memberi perhatian lebih pada kebersihan seprai mereka.

Dan, tentu saja, hewan peliharaan. Bahkan, hewan peliharaan yang sudah dimandikan dengan bersih, tetap tidak membuat seprai lebih bersih.

"Hewan tetaplah hewan, mereka harus memiliki tempat tidur mereka sendiri, karena mereka dapat menjadi reservoir untuk penyakit manusia."

GQ bahkan membuat peraturan yang lebih ketat untuk mencuci seprai seminggu sekali dengan alasan "tidak ada gunanya rajin mencuci pakaian, jika Anda kembali tidur di lembar kotor di akhir hari."

Lihat Pemandangan Bantu Atasi Sulit Tidur


Siapapun yang mengalami masalah tidur, akan lebih mungkin untuk tidur lebih mudah bila rutin berjalan-jalan ke taman atau melihat langit dari luar jendela.
Begitulah hasil dari Penelitian yang dipimpin oleh profesor kesehatan masyarakat Diana Grigsby-Toussaint dari University of Illinois di Urbana-Champaign.

Para peneliti menemukan bahwa kegiatan tersebut memiliki efek yang baik dalam upaya mengatasi masalah tidur, terutama pada orang tua di atas 65 tahun. Setelah melakukan analisa pada 245 ribu multi-etnis Amerika, orang-orang yang tinggal dekat dengan ruang hijau cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih baik.
"Studi menunjukkan bahwa kurang tidur berhubungan dengan penurunan kesehatan mental dan fisik, fungsi kognitif berkurang, dan peningkatan obesitas," kata Grigsby-Toussaint dalam sebuah pernyataan. "Penelitian baru ini menunjukkan bahwa paparan lingkungan alam dapat membantu orang mendapatkan tidur yang lebih berkualitas."
Ada beberapa alasan mengapa alam dapat membantu orang mendapatkan tidur yang baik. Pertama,  orang yang tinggal di dekat taman dan ruang hijau lebih mungkin untuk terlibat dalam aktivitas fisik seperti olahraga ringan yang membantu mereka tidur lebih baik.
Kedua, penelitian menunjukkan bahwa orang yang berjalan-jalan di alam juga memetik manfaat kesehatan mental seperti pengurangan depresi. Hal tersebut tentu berkontribusi terhadap tidur malam yang baik.
Terakhir, menghabiskan waktu lama di luar ruang membantu Anda menyelaraskan tubuh di malam hari, yang berguna dalam produksi hormon melatonin yang bertanggung jawab dalam menciptakan rasa kantuk.
Tentu saja, tidak semua orang cukup beruntung untuk tinggal dekat pantai atau dekat taman nasional. Bagi penduduk kota yang “terkurung” di tengah gedung atau bangunan, Grimsby-Toussaint merekomendasikan agar mereka melakukan pertemuan rutin dengan alam, tidak peduli sekecil apapun skalanya.
Peneliti berharap, penemuan yang diterbitkan dalam jurnal Preventive Medicine pada bulan September 2015 tersebut bisa memperbesar kemungkinan pembangunan ruang hijau di tengah sarana publik.

Mengapa Kita Tidur dan Bermimpi?


Tidur dan bermimpi sering kita anggap sebagai hal yang normal. Tidur yang diikuti mimpi juga menandakan kita memiliki tidur yang nyenyak. Tetapi sebenarnya mimpi memiliki pengaruh yang besar pada kesehatan.
Ketika kita tertidur, sebenarnya kita melakukan berbagai pekerjaan seperti saat kita terbangun. Ini karena otak kita sangat sibuk mengumpulkan informasi dan memprosesnya.

Menurut Robert Stickgold, peneliti tidur dari Harvard Medical School, tidur bukan cuma berguna untuk mengatur informasi di otak tapi juga memastikan tubuh berfungsi optimal.

Penelitian mengungkap bahwa saat tidur memori kita akan dikumpulkan sehingga proses belajar lebih lancar, merangsang sistem imun sehingga penyakit bisa dilawan, dan mengatur emosi.

"Kita bisa bertahan lebih lama tanpa makan dibandingkan tanpa tidur," katanya.

Apa yang terjadi saat kita tidur?  Robert Lawrence Kuhn, penulis dan pembawa acara Closer to Truth, mengatakan ada dua hal tahap utama tidur, yakni REM (rapid eye movement) dan non-REM.

Tidur REM terjadi saat kita mengalami mimpi, sementara tidur non-REM terjadi ketika aktivitas otak hanya sedikit dan tidak bermimpi (atau bisa disebut saat kita tidur).

Meski dari sudut pandang mistis banyak orang meyakini mimpi memiliki arti khusus bagi kita, tetapi para peneliti menyebutkan bahwa mimpi membantu manusia lebih kreatif dalam menghadapi masalah-masalahnya.

"Mimpi adalah hal yang kreatif. Mimpi akan mengambil elemen dasar, menggabungkannya dengan cara tidak biasa, dan menghasilkan perbedaan radikal, berbeda dengan dunia nyata," kata Patrick McNamara, neuroscientist dari Boston University.

Para ahli percaya, mimpi adalah mekanisme alami yang membantu kita bereksperimen dengan realitas alternatif secara aman. Mimpi juga membantu kita beradaptasi dengan baik.

"Kita bisa menjadi dokter atau perawat, menjadi koboi, dan melakukan berbagai permainan, dengan cara yang tidak pernah kita alami sebelumnya," kata Nicholas Humphrey, psikolog.

Dalam teater mimpi, kita bisa terbang, berkelahi, atau berhubungan seks, dalam situasi yang berbeda, dengan orang baru, atau dengan teman, yang tak pernah kita terpikir sebelumnya.

Enyahkan Stunting, Peneliti Indonesia Bikin Suplemen dari Ikan Lokal


Masalah kejadian tubuh pendek (stunting) karena kurang gizi banyak dihadapi oleh anak-anak Indonesia. Meski telah banyak bentuk suplemen yang layak untuk meningkatkan status gizi, namun kenyataannya prevalensi stunting tiap tahun malah meningkat.

dr Eva Yuniritha, M.Biomed, dari Poltekes Kementerian Kesehatan Padang mengatakan hal tersebut terjadi karena asupan zink makanan yang tidak cukup. Oleh karena itu ia pun melakukan studi eksperimen kira-kira bahan pangan lokal apa yang mengandung zink dengan jumlah tinggi sehingga bisa dijadikan suplemen.

"Penggunaan zink dari bahan lokal sebagai bahan baku suplementasi zink belum pernah digali dan dikembangkan. Suplementasi zink yang sudah dilakukan berasal dari bahan an organik yang pemberiannya dikombinasi dengan Fe, vitamin A, dan beberapa zat gizi mikro lain," kata dr Eva.

"Saya ingin melihat potensi pangan lokal yang bisa dimanfaatkan oleh anak Indonesia untuk memaksimalkan tumbuhnya," lanjutnya ketika memaparkan studi pada acara Parade Doktor di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/11/2015).

dr Eva akhirnya menolehkan perhatian pada sosok ikan kecil yang disebut masyarakat Sumatra Barat ikan bilih (M-padangensis). Ikan tersebut biasa dijadikan pangan dan diketahui punya kadar zink yang sangat tinggi sekitar 17,329 miligram (mg).

Dengan melakukan eksperimen di enam laboratorium dihasilkan lah suplemen dalam bentuk ekstrak dan ada juga tepung dari ikan bilih. Dilaporkan bahwa dalam bentuk ekstrak, zink yang diperoleh bisa mencapai 161,9 gram dan dalam bentuk tepung ada 28,2 gram.

"Saya berikan suplemen ini selama tiga bulan di daerah yang prevalensi stuntingnya tinggi 40%. Hasilnya daya terima anak sangat baik untuk pertumbuhan fisik ada 15,71 sentimeter yang melebihi rata-rata pertumbuhan tinggi anak normal pada tahun kedua dan ketiga kehidupannya," papar dr Eva.

Melihat hasil yang baik tersebut dr Eva mengatakan perlu studi lebih lanjut untuk mengungkap manfaat dari ikan karena ia ada banyak jenisnya. Selain di Sumatra Barat, ikan juga ada di Sumatra Utara dengan nama ikan pora-pora, pulau Jawa dengan nama wader, dan Kalimantan dengan nama bader.

Dampak Penggunaan High Heels pada Kesehatan Tulang dan Kaki


Sepatu hak tinggi memang dapat menunjang penampilan wanita yang ingin tampil seksi. Tidak dipungkiri sepatu hak tinggi dapat membuat kaki terlihat jenjang sehingga terlihat lebih langsing.

Biasanya, perempuan akan lebih percaya diri dengan tubuh yang tinggi semampai. Maka, tak jarang banyak kaum hawa menopang tinggi badanya dengan high heels. Tak heran, hampir semua model juga selalu menggunakannya agar terlihat lebih tinggi.

Menggunakan alas kaki yang berhak tinggi sebenarnya membahayakan kesehatan atau tidak? Untuk diketahui, penggunaan sepatu hak tinggi atau high heels yang terlalu lama dapat berbahaya bagi tubuh dan kesehatan. Berikut dampak negatif dari pemakaian high heels yang terlalu lama:

1. Bunions

Bunions adalah kondisi ketika terdapat benjolan abnormal tulang di pangkal jempol kaki. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, kondisi ini seringkali terjadi pada wanita dan disebabkan karena sepatu yang sempit dan berhak tinggi. Bunions menimbulkan rasa luar biasa sakit pada penderitanya dan biasanya hanya bisa diatasi melalui operasi.

2. Nyeri pada Kaki

Saat berjalan kaki menjadi tumpuan dari seluruh berat tubuh, dan dengan mengenakan high heels maka beban yang diberikan kepada kaki menjadi tujuh kali lebih besar dibandingkan dengan menggunakan sepatu flat. Menurut ahli penyakit kaki, dr Sherri Greene, memakai high heels dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki dan dapat memicu penyakit neuroma yang mengganggu sistem jaringan saraf di kaki

3. Nyeri Otot dan Sendi

4. Osteoarthritis

Pada saat berjalan, lutut bekerja lebih keras. Wanita yang memiliki berat badan berlebih bisa terkena osteoarthritis, yaitu munculnya tulang muda baru atau pengapuran. Tulang rawan pada persendian lutut rusak akibat terlalu sering bergesekan dan menopang beban yang berat.

Perlu Operasi

Tulang belakang sang pemakai juga bakal merasakan dampak penggunaan alas kaki itu. Misalnya tulang belakang akan terasa kaku dan nyeri. Kemungkinan juga dalam jangka waktu lama akan berubah fisiologi/bentuknya.

Menurut dr Greene, ini lebih berbahaya dari rasa kaku dan nyeri. Jika tulang belakang mengalami perubahan bentuk, yakni pergeseran, maka membahayakan otot dan saraf di dalamnya. Sebab di dalam tulang belakang terdapat saraf, otot, dan sumsum.

Jika tulang belakang mengalami pergeseran, maka otomatis diisi oleh otot saraf serta sumsum yang akan menyempit. Dengan kata lain, otot tulang belakang akan terjepit. Ini yang berbahaya dan harus dilakukan operasi untuk mengembaikan bentuknya seperti semula

Tips Mencegah Dampak Negatif Pemakaian High Heels

1. Memilih Tingginya High Heels

Mengenakan high heels dengan tinggi lebih dari 5 cm sebaiknya digunakan sesekali, untuk makan malam ataupun acara pernikahan. Sedangkan untuk sehari-hari, pakailah sepatu yang memiliki hak sekitar satu sampai satu setengah inci. Selain itu, sepatu dengan hak berukuran lebar juga lebih bersahabat dengan kesehatan dibandingkan dengan high heels dengan hak runcing yang kurang stabil.

2. Pijatan

Setelah selesai memakai high heels dengan hak tinggi dari acara spesial, lepaslah sepatu tersebut lalu berikan pijatan pada kaki.

Agak Mirip, Dermatitis Venenata Kadang Dikira Herpes Zoster


Dermatitis venenata seringkali dikira herpes zoster. Sebab kedua kondisi ini sama-sama dicirikan dengan keluhan rasa panas dan nyeri. Penampakannya yang seperti luka lecet memanjang dan diikuti munculnya lepuh menjadikan dokter umum pun kadang salah diagnosis.

"Dermatitis venenata sangat mirip dengan herpes zoster. Tidak hanya orang awam, dokter umum juga sering salah diagnosa dan memberikan obat antivirus," kata spesialis kulit dan kelamin, dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (24/11/2015).

Keluhan utama dermatitis venenata, lanjut pria yang akrab disapa dr Darma ini, hampir sama dengan herpes zoster. Sebab pasien sama-sama mengeluh panas dan perih. Selain itu gambaran berupa lepuh kecil juga dijumpai pada venenata sehingga sepintas terlihat mirip herpes zoster.

"Ciri khas venenata adalah adanya central nekrosis atau gosong pada bagian tengahnya dan umumnya membentuk garis linier," terang dr Darma.

Baca juga: Dermatitis Venenata, Iritasi yang Mirip Luka Lepuh di Kulit

Dia menjelaskan dermatitis venenata umumnya dikeluhkan pada pagi hari. Selain itu, penampakan luka lecet muncul mendadak karena umumnya pada malam hari kumbang penyebab dermatitis venenata lewat atau mengenai tubuh.

"Sangat berbeda dengan herpes zoster, karena merupakan penyakit virus, umumnya ada keluhan panas badan, pusing mual atau istilahnya flu like syndrome sebelum munculnya gejala dan muncul perlahan-lahan," tutur dr Darma.

Perhatikan foto berikut ini. Mungkin sepintas mirip herpes, namun jika dilihat arah kelainan kulitnya tidak sesuai dengan pola dermatome atau pola perjalanan saraf pada kulit. Pada herpes zoster, arahnya harus sesuai dermatome, karena virusnya diam di saraf dan menyebar sesuai perjalanan saraf.

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme