Mengatasi Nyeri Punggung Saat Menstruasi


Beberapa perempuan mengalami nyeri pinggang saat menstruasi. Kadang kondisi ini cukup mengganggu.Bagaimana mengatasinya?

dr Mahdian Nur Nasution, SpBS dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang mengatakan nyeri saat menstruasi termasuk kategori ringan. Jika kondisi ini sudah benar-benar mengganggu, untuk meredakannya bisa dilakukan dengan mengonsumsi parasetamol.

"Nyeri saat datang bulan termasuk nyeri ringan. Maka cukup dengan memberikan parasetamol yang aman digunakaan siapapun," ujar dr Mahdian, ditemui dalam acara media visit di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, Jl Warung Buncit, Jakarta, Selasa(24/11/2010).

Baca Juga: Punggung Sering Nyeri Usai Melahirkan? Coba Redakan dengan Cara Alami Ini

Menurut dr Mahdian, 90 persen wanita yang mengalami nyeri punggung saat datang bulan dapat sembuh hanya dengan mengkonsumsi parasetamol. Namun, apabila masih terasa sakit disarankan untuk segera memeriksakan kondisinya ke dokter.

"Untuk pengobatan nyeri ada tingkatannya. Kalau nyeri ringan bisa dengan mengkonsumsi parasetamol saja. Namun jika masih sakit bisa dengan obat  yang dianjurkan oleh dokter atau dengan melakukan terapi," lanjut dr Mahdian.

Apabila telah melakukan berbagai macam cara tetapi nyeri pada punggung tidak hilang, maka tindakan yang bisa dilakukan adalah denga operasi. Meskipun begitu, tindakan operasi baru bisa dilakukan jika memang sudah parah dan tidak bisa disembuhkan dengan konsumsi obat.

Baca Juga: Sering Nyeri Pinggang? Bisa Jadi Gejala Batu Ginjal

Seperti diketahui, premenstrual syndrome (PMS) sering dialami perempuan yang dirasakan sebelum menstruasi datang hingga beberapa hari ke depan. Keluhan yang paling umum adalah nyeri di payudara, sakit kepala, sakit punggung dan pinggang, perut kembung, nafsu makan meningkat, jerawat, suasana hati yang berubah dan mudah stres.

Jika gejala yang muncul sampai mengganggu aktivitas sehari-hari maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter. PMS bisa dikurangi dengan mengonsumsi makanan yang sehat, minum banyak air, mengurangi rokok dan alkohol, olahraga, relaksasi dan berendam di air hangat.

Jemari Tangan Sering Terasa Dingin? Ini Sebabnya


Ketika Anda berada di luar pada hari yang dingin, kemungkinan Anda akan merasakan jari-jari Anda ikut menjadi dingin. Ini hal yang normal.
"Jari Anda menjadi lebih dingin dari bagian tubuh yang lain, karena tubuh mengirimkan lebih banyak darah dan panas ke organ-organ vital tubuh seperti jantung, otak, dan paru-paru,"  kata David A. Friedman, MD, seorang ahli jantung di North Shore-LIJ Health System di Great Neck, New York.
Namun, jika jari-jari Anda selalu dingin bahkan di tempat yang hangat sekalipun, mungkin itu adalah tanda gangguan kesehatan yang lebih serius. Berikut adalah beberapa penyebab mengapa jari-jemari Anda selalu dingin.

1. Raynaud
"Raynaud adalah kondisi saat ujung pembuluh darah mengecil di jari dan kadang di telinga dan hidung sebagai respon terhadap cuaca dingin atau stres," jelas Orrin Troum, MD, seorang reumatologi di Providence Saint John's Health Center di Santa Monica.
Raynaud menyebabkan jari memutih lalu membiru, karena sedikit atau tidak ada darah yang mengalir ke arah jari.  Seringkali, jari-jemari menjadi dingin dan mati rasa karenanya.
Kabar baiknya, Raynaud seringkali tidak berbahaya. Gunakan sarung tangan saat cuaca dingin dan hindari tekanan emosional yang berlebih untuk mencegahnya.

2. Penyakit autoimun
Kadang-kadang, Raynaud bisa dipicu oleh penyakit autoimun seperti lupus, gangguan di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendiri, skleroderma atau penyakit yang menyebabkan pengerasan dan jaringan parut pada kulit dan jaringan ikat, rheumatoid arthritis, dan gangguan autoimun lainnya.
Raynaud yang disebabkan oleh penyakit autoimun dikenal sebagai Raynaud sekunder. Jika pemicu asli sudah bisa ditangani, gejala  Raynaud akan hilang dengan sendirinya.

3. Hipotiroid
Jari-jari menjadi dingin adalah hal yang tidak biasa pada kondisi hipotiroid, tapi bukan berarti tidak ada. "Pada dasarnya tiroid adalah termostat bagi tubuh," kata Ali Ajam, MD, seorang reumatologis di Ohio State University Wexner Medical Center.
"Ketika tiroid kurang aktif, sebagian besar fungsi tubuh melambat dan timbullah gejala seperti kelelahan, sembelit, berat badan bermasalah dan kedinginan, termasuk di bagian jari," katanya. Umumnya, penderita masalah tiroid adalah wanita dan orang  di atas usia 50 tahun.

4. Masalah sirkulasi darah
Mungkin, ini yang paling banyak orang sangka terjadi ketika jari-jemari terasa dingin. Memang benar, sirkulasi darah yang buruk bisa menyebabkan jari menjadi dingin.
"Sirkulasi darah yang buruk terjadi ketika aliran darah yang kaya nutrisi dan oksigen terhalang beredar ke seluruh tubuh. Penyebabnya bisa karena  kemampuan jantung dalam memompa darah berkurang (seperti dalam kondisi gagal jantung), penghalang fisik seperti penyumbatan Kolesterol dalam jumlah besar di arteri atau kapiler kecil, atau penyebab lainnya, "kata Friedman.
Ketika jantung tidak bisa mendapatkan cukup darah ke seluruh tubuh, Anda akan merasakan dingin di tangan dan kaki,  mati rasa atau kesemutan.

5. Anemia
Anemia terjadi ketika tubuh Anda tidak memiliki cukup sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam darah Anda rendah. "Walhasil, suplai oksigen ke tubuh menurun  dan ini dapat menyebabkan tangan menjadi dingin," kata Nesochi Okeke-Igbokwe, MD, MS, spesialis penyakit dalam di NYU Langone Medical Center di New York City.
Beberapa kemungkinan penyebab anemia adalah Anda tidak cukup mengasup zat besi, kehilangan darah (karena periode menstruasi yang berat, ulkus, perdarahan gastrointestinal), beberapa jenis kanker, dan gangguan pencernaan (seperti Celiac atau penyakit Crohn).
Selain tangan dingin, anemia juga dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala, pusing, sesak napas, dan kulit pucat. Dalam kebanyakan kasus, anemia  dan gejalanya dapat diobati dengan suplemen zat besi.

6. Defisiensi Vitamin B12
Vitamin B12, yang dapat ditemukan dalam daging, unggas, telur, susu, dan produk susu lainnya, sangat penting dalam pembentukan sel darah merah. "Kekurangan vitamin ini  dapat menyebabkan penurunan produksi sel darah merah," kata Okeke-Igbokwe.
Kekurangan vitamin B12,  umum terjadi pada orang-orang vegan. Orang yang berusia di atas 50 tahun juga bisa mengalami penurunan kemampuan dalam menyerap vitamin dari makanan. Hal yang sama berlaku untuk orang-orang dengan gangguan pencernaan seperti Crohn atau penyakit Celiac.
Tes darah sederhana dapat mendeteksi apakah kekurangan vitamin B12 yang harus disalahkan untuk jari-jari Anda yang menjadi dingin. Jika ya, biasanya suplemen dapat membantu  dan gejala akan berkurang  dalam beberapa minggu sampai satu bulan, kata Arielle Levitan, MD, seorang dokter penyakit dalam dan penulis buku The Vitamin Solution.

7. Tekanan darah rendah
"Hipotensi atau tekanan darah rendah, dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk dehidrasi, kehilangan darah, obat-obatan tertentu, dan gangguan endokrin," kata Okeke-Igbokwe.
Ketika tekanan darah Anda rendah, pembuluh darah akan menggeser peredaran darah dan mengarahkannya ke arah organ-organ vital. Inilah yang menyebabkan jari Anda terasa dingin.
Jika Anda memiliki gejala hipotensi, seperti pusing, pandangan kabur, kelelahan, mual, lesu dan tidak bisa fokus, segera periksakan diri ke dokter.

8. Stres dan cemas
Anda sudah tahu stres dapat memberi efek buruk pada berbagai bagian tubuh, tidak terkecuali jari-jari Anda. Ketika Anda mengalami stres kronis atau kecemasan, tubuh Anda masuk ke mode "melawan atau lari".
Adrenalin meningkat dan salah satu hasilnya adalah pembuluh darah ke bagian tubuh yang "kurang penting" mengerut, kata Friedman. Atasi stres Anda dan jari Anda akan menghangat kembali.

9. Obat-obatan
"Ada banyak obat yang dapat menyempitkan pembuluh darah, khususnya di bagian arteri. Ketika Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut, timbullah Raynaud," kata Friedman.
Beberapa contoh obat yang bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah adalah beta-blocker (diresepkan untuk mengatur tekanan darah), beberapa obat kanker, obat migrain, dan dekongestan.
Bicaralah dengan dokter atau apoteker untuk mengetahui apakah salah satu obat yang Anda konsumsi bisa menyebabkan jari-jari menjadi dingin.

10. Merokok
"Nikotin pada rokok dapat menyebabkan pembuluh darah mengerut dan mengakibatkan penumpukan plak di arteri. Hasilnya,  aliran darah ke berbagai anggota tubuh menjadi berkurang," kata Friedman. Satu-satunya solusi untuk hal ini adalah berhenti merokok.

Hentikan Cegukan pada Bayi dengan Cara Ini


Cegukan dapat dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Bagi orang dewasa, biasanya hanya perlu menahan napas selama beberapa detik untuk menghentikan cegukan. Namun, bagaimana cara menghentikan cegukan pada bayi? Apa yang harus orangtua lakukan?
 Saat bayi mengalami cegukan sebenarnya itu adalah hal yang normal dan wajar, asal cegukan tidak menganggu aktivitasnya, seperti tidur dan makan.

Biasanya, cegukan akan hilang dengan sendirinya saat bayi tidur. Namun, ada can ara lebih cepat untuk menghentikan cegukan pada bayi, yaitu dengan memijatnya di daerah penggung.

Lakukan pijatan lembut sambil si kecil telungkup atau duduk. Lakukan secara perlahan dan beberapa kali. Biasanya, tak lama kemudia cegukan si kecil akan berhenti. Selain itu, jangan lupa lakukan hal  berikut:

1. Memberikan air hangat
Memberikan air hangat pada bayi saat ia cegukan adalah salah satu cara utama yang dapat ibu lakukan untuk membantu menghentikan cegukannya.

2. Mengubah posisi menyusui
Cegukan pada bayi umumnya terjadi saat ia sedang menyusu. Hal tersebut terjadi, karena bayi tanpa sengaja menelan terlalu banyak udara saat ia sedang diberikan ASI. Oleh karena itu, sebaiknya Ibu mengubah posisi menyusui untuk membatasi jumlah udara yang masuk ke mulut bayi.

3. Sandarkan bayi
Jika si kecil terus mengalami cegukan selama menyusui, sebaiknya hentikan terlebih dahulu kegiatan menyusunya. Lalu, gendong bayi sembari menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut. Hal tersebut dapat membantu mendorong udara ke atas, sehingga cegukan berhenti.

4. Sendawa
Membantu bayi bersendawa adalah salah satu cara untuk menghentikan cegukannya. Caranya dengan mengangkat tubuh bayi dan posisikan berdiri di bahu ibu. Setelah itu, tepuk punggungnya dengan ringan dan membantu sendawa. Ini dilakukan setelah ia menyusu.

Walaupun cegukan bukanlah yang membahayakan. Namun, jika bayi mengalami cegukan lebih dari satu jam. Orangtua perlu mewaspadainya dan segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

BANK SAMPAH DORONG WARGA HIDUP BERSIH


Adanya bank sampah di pemukiman warga, ternyata berdampak pada lingkungan yang menjadi bersih. Salah satu contoh, yaitu Bank Sampah Kenanga Peduli Lingkungan (BSKPL) di Jalan Taruna 7, RT 18 RW 04, Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara.
Manager BSKPL Sugeng Triyono mengungkapkan, adanya bank sampah mengurangi kebiasaan warga membuang sampah sembarangan. "Got kita jadi bersih karena yang biasa buang sampah, sekarang sampahnya dimasukin ke karung," ujar Sugeng saat ditemui di BSKPL, Selasa (24/11/2015).

Warga dapat mengumpulkan sampah dari rumahnya sendiri, seperti botol minum plastik, botol kaca, gelas plastik, minuman kaleng, kardus, sampah plastik bekas sampo, dan sabun mandi. Jika sampah sudah banyak terkumpul, warga bisa menyerahkan langsung ke BSKPL atau petugas BSKPL yang akan mengambil langsung ke rumah-rumah.

Seperti halnya bank, warga juga harus mendaftar sebagai nasabah untuk bisa mendapatkan uang dari sampahnya. Jika telah menjadi nasabah, warga akan diberikan buku tabungan yang akan diisi setiap kali menukarkan sampah. Sampah yang dibawa warga akan dihargai oleh bank sampah tergantung jenis sampahnya.

Contohnya Eva, warga Samper Barat ini datang membawa 2 kilogram sampah botol minum plastik. Sampah Eva dihargai Rp 6000 dengan rincian Rp 3000 per kilogram. Jumlah yang didapat Eva itu pun dicatat dalam buku tabungan bank sampah.

Eva mengaku belum pernah mengambil uangnya di bank sampah sejak menjadi nasabah. Uang tabungan Eva di bank sampah kini mencapai Rp 375.000. "Ya enggak kerasa, lama-lama lumayan jumlahnya," kata Eva.

Sugeng mengatakan, BSKPL didirikan atas inisiatif warga dan didampingi oleh Wahana Visi Indonesia melalui kelompok kerja Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Mereka prihatin, karena banyak sampah yang berserakan di sekitar pemukiman warga.

Kini, dengan adanya bank sampah, wilayah pemukiman warga menjadi bersih dan tercipta lingkungan yang lebih sehat. Total nasabah di BSKPL saat mencapai 180 orang. Hasil sampah yang dikumpulkan dari warga pun kemudian akan dijual dan keuntungannya bisa digunakan untuk operasional BSKPL.

Buku Dongeng Ini Efektif Bikin Anak Tidur Cepat


National Sleep Foundation merekomendasikan anak-anak untuk tidur kurang dari jam 9 malam demi kualitas kesehatan yang lebih baik.
Namun, bagaimana bila anak Anda termasuk anak yang sulit untuk terlelap? Para peneliti menemukan jawabannya lewat sebuah buku dongeng.
Bila kebanyakan penulis punya ketakutan kalau karya mereka akan dianggap membosankan dan membuat pembaca mengantuk, lain halnya dengan psikolog asal Swedia sekaligus ahli bahasa Carl-Johan Forssen Ehrlin.
Ia membuat sebuah buku dongeng yang menjanjikan pembaca, terutama anak-anak, untuk mengantuk lebih cepat dan akhirnya tertidur.
Buku tersebut berjudul The Rabbit Who Wants To Fall Asleep, diterbitkan dalam 26 halaman. Pertama kali dirilis, buku tersebut langsung masuk dalam kategori buku laris di Amazon.
Forssen Ehrlin menggunakan pendekatan psikologis untuk membantu anak-anak merasa rileks, fokus dan akhirnya tertidur ketika dibacakan buku tersebut.
Selama membaca, orangtua diminta untuk sering menguap, memberi tekanan pada kata-kata tertentu, serta berbicara dengan suara lambat dan tenang ketika membaca kata-kata bertulis miring. Meskipun memiliki banyak gambar, anak-anak diminta untuk mendengarkan ketimbang membaca.
Forssen Ehrlin mengatakan, kalau buku setara dengan “boks bayi yang bisa bergoyang”. Ratusan ulasan online dari para orangtua juga mengklaim kalau buku itu mampu mempercepat waktu tidur.
"Saya mendapatkan ide menulis buku in,i ketika sedang mengemudi di perjalanan panjang dengan ibu saya dan dia tertidur. Saya pun berpikir untuk menggunakan metode saya tersebut dalam membantu anak-anak untuk merasa rileks dan cepat tidur,” katanya.
"Saya kagum dengan efek dari buku ini," tambahnya. "Inbox saya penuh dengan pesan orangtua yang mengatakan kalau buku itu benar-benar membantu anak-anak mereka untuk bersantai dan tertidur dalam waktu 3 sampai 10 menit. Seperti yang kita tahu, tidur sangat berperan dalam pertumbuhan fisik dan mental anak yang positif."
Alison Forrestal, Direktur Buku Amazon UK mengatakan: "Buku ini telah menjadi fenomena dan telah mengambil posisi nomor satu di Amazon.
Ini merupakan prestasi besar dan kami, seperti banyak keluarga di Inggris, berharap ada lebih banyak buku serupa di masa yang akan datang.”
Kini, buku The Rabbit Who Wants To Fall Asleep telah diterjemahkan ke dalam tujuh bahasa dan Forssen Ehrlin sedang merencanakan untuk membuat buku yang akan membantu anak-anak belajar bagaimana menggunakan toilet.

Sukses Tidaknya Diet Tergantung Metabolisme Tubuh


Ada banyak metode diet yang bisa kita ikuti untuk menurunkan berat badan. Meski banyak testimoni yang menyebut beberapa diet itu efektif melangsingkan, tapi seringkali orang gagal mengikutinya. Faktor yang diduga jadi penyebabnya adalah kurangnya niat.
Orang yang gagal menjalani suatu metode diet percaya mereka "kurang bisa mengendalikan" pola makannya. Tetapi menurut para ahli sebenarnya hal itu karena mereka mendapatkan nasihat yang salah tentang apa yang harus dimakan.

Peneliti mengungkap, respon yang diberi tubuh kita terhadap makanan yang diasup sehari-hari sangat unik. Misalnya, meskipun tomat disebut sebagai makanan sehat, namun nyatanya juga bisa menyebabkan gula darah meningkat.

Setiap orang memiliki respon yang berbeda-beda terhadap makanan yang berbahan dasar tepung, seperti roti dan nasi. Ada yang lebih sensitif pada karbohidrat dibanding yang lain.

Contohnya, beberapa orang menemukan kadar gula darahnya turun ketika mengonsumsi lemak, namun tidak dengan yang lain.

Sementara itu, es krim dan pizza adalah makanan yang dapat meningkatkan gula darah pada sekelompok orang tertentu. Tapi hal itu belum tentu terjadi oleh yang lain.

Dan itu bukan hanya masalah menambah berat badan: kadar gula darah tinggi, bisa memicu diabetes dan dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, hati, obesitas dan tekanan darah tinggi.

Dalam penelitian yang dilakukan Eran Segal dari Wizmann Institute disimpulkan, metode diet yang personal bisa membantu seseorang mendapatkan pola makan yang tepat.

Ia membuat pola monitoring diet dari 800 orang yang mewakili populasi di Israel dan juga 49.898 makanan. Tiap responden mencatat setiap hal yang mereka makan di aplikasi ponsel dan memonitor gula darahnya secara rutin di alat monitor glukosa. Pola tidur dan olahraga mereka juga dicacat.

Lalu data tersebut dianalisa di komputer untuk melihat apakah pengaruh makanan pada tubuh tiap individu.

"Sebagian besar rekomendasi untuk menurunkan berat badan didasarkan pada salah satu sistem penilaian, tapi yang sering dilupakan adalah bahwa tiap orang berbeda. Orang yang satu mempunyai efek yang berbeda dengan yang lainnya," kata Segal.

Ia menambahkan, diet yang personal (custom) sangat berguna untuk menggunakan nutrisi dari bahan pangan sebagai pengontrol gula darah dan kondisi medis lainnya.

Pada contoh kasus, seorang wanita obesitas setengah baya dengan kondisi pra-diabetes, gagal menjalani program penurunan berat badan selama bertahun-tahun. Akhirnya ia mengetahui bahwa tomat adalah pemicu meningkatnya gula darah.

Secara umum, makan makanan yang berserat sangat membantu untuk mengurangi kadar gula darah secara keseluruhan. Sementara kurang tidur, diet yang tidak tepat dan memiliki kolestrol tingggi bisa berdampak negatif pada gula darah.

Mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah juga tidak akan berguna karena tiap individu berbeda.

Alasan utama mengapa kita merespon makanan dengan berbeda-beda juga karena bakteri yang ada di dalam tubuh berbeda tiap orang.

Bersyukur Bikin Jantung Lebih Sehat


Penelitian membuktikan, bahwa bersyukur tidak hanya dapat membuat suasana hati menjadi nyaman, tapi juga dapat menyehatkan jantung.
Sikap mental yang positif akan memberi manfaat kesehatan bagi jantung Anda. "Sikap mental yang baik seperti selalu bersyukur akan mengurangi level depresi, stres dan kecemasan yang  dapat meningkatkan risiko penyakit jantung," kata Paul Mills, seorang profesor kedokteran keluarga dan kesehatan masyarakat di University of California San Diego School of Medicine.
 Selama beberapa dekade, Mills melakukan penelitian mengenai hubungan antara perilaku baik dengan kesehatan jantung.
Mills merekrut 186 pria dan wanita yang rata-rata berusia 66 tahun. Di usia itu, seseorang telah banyak makan asam-garam kehidupan, telah banyak menerima sakit hati dan stres yang membahayakan jantung.
Para partisipan diminta mengisi kuesioner, mengenai seberapa besar rasa syukur mereka terhadap orang-orang, tempat-tempat yang mereka kenal dan seluruh kehidupan mereka.
Ketika Mills melakukan tes darah untuk mengukur peradangan, respon alami tubuh terhadap cedera, atau penumpukan plak di arteri, dia menemukan tingkat inflamasi yang lebih rendah pada partisipan  yang memiliki sikap lebih banyak bersyukur ketimbang menyesali kehidupan mereka.
Tingkat inflamasi yang lebih rendah adalah  indikasi kesehatan jantung yang lebih baik.
Selanjutnya, Mills melakukan studi lanjutan kecil. Dia menguji 40 pasien penyakit jantung dan mencatat indikasi biologis penyakit jantung, seperti peradangan dan irama jantung. Kemudian  setengah dari pasien diminta untuk menulis tentang dua atau tiga hal yang mereka syukuri, hampir setiap hari selama seminggu.
Selain itu, para partisipan menulis tentang segala sesuatu yang mereka miliki, mulai dari anak-anak, pasangan, teman, hewan peliharaan, perjalanan, pekerjaan dan bahkan makanan yang lezat.
Setelah dua bulan, Mills menguji ulang 40 partisipan tersebut.  Mills menemukan, bahwa aktivitas menulis jurnal mengenai rasa syukur mereka terhadap kehidupan, membuat tingkat peradangan berkurang dan irama jantung membaik.
Ketika Mills membandingkan risiko penyakit jantung para partisipan antara sebelum dan setelah menulis jurnal selama dua bulan, dia menemukan ada penurunan risiko yang cukup signifikan.
"Fokuslah pada apa yang Anda miliki, bukan kepada apa yang tidak Anda miliki. Itu akan membantu Anda bersyukur. Rasa syukur akan membantu kita mengelola emosi dan menjaga jantung kita tetap sehat,"

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme